30/06/11

Kenapa Koran Efektif untuk Membersihkan kaca?



KORAN" adalah benda yang sudah tidak asing bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Koran sering dijadikan sebagai bacaan pengisi waktu luang. Dari koran kita bisa memperoleh berbagai informasi dari berbagai aspek, seperti ekonomi, sosial, politik, pendidikan, kuliner, kesehatan, dsb. Selain itu, daya tarik lain dari koran ialah soal "HARGA, yang super duper murah.. Ternyata selain dijadikan sebagai bahan bacaan, koranpun bisa dimanfaatkan sebagai PEMBERSIH KACA JENDELA. Pernah nggak agan-agan coba bersihin kaca jendela pake koran? Bandingin hasil bersihnya dengan lap kain biasa! Bersih mana?? Kalo ane sih bersih koran

1. Kertas koran bersifat Menghisap
Theodore Lustig dari West Virginia University of Journalism mengatakan,
Kertas koran memiliki pori-pori (ruang antar sel) yang lebar dan tidak terlapisi apa-apa (tidak ada lapisan lilin atau dempul). Oleh karena itu, kertas tersebut berfungsi hampir seperti spons. Hal ini bermafaat untuk tugas yang membutuhkan penyerapan air (termasuk pula membersihkan jendela).
2. Sifat Kertas tidak menolak Air
Menurut Jim Patton, Manajer proses pada Smurfit Newsprint, Pomona, California, kertas koran memang sangat menyerap. Jika kebanyakan kertas dicampuri bahan lem untuk menolak air, tidak demikian dengan koran. Sehingga, kertas koran sangat kecil sifat menolak airnya. Hal ini juga menyebabkan bahwa tinta yang menempel pada koran tidak hanya menempel dipermukaan, tapi bisa meresap (resiko tinta mblobornya berkurang, maaf pake bahasa jawa)
3. Kertas Koran memberi sifat Mengkilap dan mudah Kering
Menurut Brent Weingard, dari Expert Window Cleaner, selapis tinta yang tertinggal di permukaan jendela itulah yang membuat jendela mengkilat dan terlihat warna-warni.


Semoga inponya bermanfaat gan..
sumber http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=24462
Selengkapnya...

Sejarah Mie Instan dan penemunya



Barang kali kita pantas berterima kasih kepada Mamofuku Ando, orang Jepang kelahiran Taiwan 1911. Berkat kerja keras dan jerih payahnya kita sekarang bisa menikmati kelezatan mie instan. Makanan cepat saji dengan banyak penggemar, yang masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 1960-an. Begini ceritanya…
Ditinggal orang tuanya, Ando yang berumur 3 tahun harus membantu neneknya mengurus rumah. Balita ingusan itupun mesti menjaga toko. Belum lagi harus mencuci pakaian dan mamasak. Hasilnya positif, ia jadi pintar masak-memasak, sebaliknya sekolahnya terlantar.

Menjadi pedagang adalah angan-angannya. Harta peninggalan orang tuanya pun digunakan untuk berdagang pakaian rajutan di Taiwan dan Osaka, Jepang. Usahanya terbilang maju. Ia pun bisa kembali ke bangku sekolah menyelesaikan pendidikan yang sempat terbengkalai.

Namun kemudian ia dituduh korupsi dalam perdagangan senjata dan onderdil pesawat. Ia lantas dijebloskan ke bui. Setelah 2 tahun hidup di Hotel Prodeo, ia pun dibebaskan. Pada 1956, satu-satunya hartayang tertinggal adalah rumah.

Masa itu Amerika Serikat sedang gencar-gencarnya menyumbangkan gandum ke Jepang yang sedang paceklik pangan. Harga terigu menjadi murah. Pemerintah Jepang pun menganjurkan rakyatnya mengonsumsi roti dan terigu sebagai pengganti nasi.

Melihat banyak orang melahap mie, di dekat toserba hankyu di Osaka, pikiran Ando terbuka. Mengapa tidak membuat mie dari terigu? Bukankah orang Jepang sangat menyukai mie.

Apalagi mie dirasa enak, murah, tahan lama, dan tidak sulit mengolahnya.

Ide liar itu terus bergulir di benaknya. Cuma ia tidak mau membikin mie biasa yang sudah banyak beredar di pasaran. Ia ingin membuat mie bentuk lain yang enak, lebih cepat dan mudah diolah, serta gampang didapat dimana-mana.

Ando mulai mewujudkan impiannya dengan membeli mesin pembuat mie dan bereksperimen membuat mie instant di emper belekang rumahnya. Mula-mula mie digoreng agar lebih awet, gurih, dan cepat diolah.

Lalu menimbang-nimbang rasa yang pas untuk kuah itu. Dipilihnya kuah ayam karena yang netral. Ando membawa contoh mie instannya ke sebuah toko serba ada. Ternyata semuanya ludes hari itu juga. Waktu itu tahun 1958.

Emperan rumahnya tak kuasa menampung pesanan. Ia memindahkan usahanya ke sebuah gudang kosong di Osaka. Di sana Ando membuat mie instant dibantu keluarganya.

Sejak itu perusahaan-perusahaan besar berebut ingin menjadi penyalur mie instannya. Desember 1958, Ando menamai perusahaannya Nissin Foods. Beberapa bulan kemudian ia pindah ke sebuah pabrik seluas 20.000m2. tahun 1960 ia membuka pabrik kedua, dan tahun berikutnya lahir pabrik baru lagi.

Meski mie instant laris manis, Ia tak bosan-bosan bereksperimen untuk terus memperbaiki mutu. Bahkan ada keinginan memperkenalkan dan mejualnya ke luar negeri.

Untuk menjajaki kemungkinan itu, ia pergi berkeliling Eropa dan Amerika tahun 1966. di sana ia melihat orang makan mie dengan garpu, tanpa kuah dan memakai piring, dan menyeruput mie dianggap tidak sopan.

Ia juga mengamati ada kaldu yang bisa dilarutkan dengan air panas tanpa harus dimasak. Ada gelas kertas sekali pakai dan kertas almunium sebagai wadah kedap udara.

Ando pun mendapat ilham membuat mie instant dalam wadah berbahan stereofoam, yang lantas ditutup rapat dengan lembaran aluminium. Mie gelas itu tidak perlu dimasak, cukup diseduh. Supaya tidak hancur terkocok-kocok, mie dibuat lebih tebal. Disediakan pula garpu untuk memakannya.

Di puncak keberhasilannya, Ando yang pada tahun 1988 genap berumur 77 tahun, membuka Foodeum di Shinjuku, Tokyo. Gedung itu disebut pula ISTANA MIE karena mempunyai beberapa restoran mie, tempat disko, dan museum mie.
sumber http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=19230
Selengkapnya...

Kecewa Cinta Anda Ditolak? Atasi Dengan Ini



Seoarang yang normal pasti pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, tetapi bagaimana kalau waktu melakukan penembakan (baca:ungkapkan perasaan cinta) ke orang yang anda cintai, tetapi ternyata anda di tolak? pasti hati anda akan kecewa sekali, lantas bagaimana cara mengatasinya? Seperti dilansir wolipop dari sheknows, ada tiga obat mujarab untuk mengatasi rasa kecewa atas penolakan cinta:

1. Jangan Meratapi Nasib
Bermuram durja karena ditolak pria yang Anda cintai tidak akan membantu apapun. Anda tentu boleh saja kecewa, itu adalah hal yang sangat wajar. Tapi cobalah untuk tidak menganggap situasi itu terlalu serius. Daripada merenungkan kenapa pria tersebut tidak menghubungi Anda lagi setelah kencan kedua atau menyatakan bahwa dia hanya menganggap Anda sebagai teman biasa, lebih baik isi hari-hari dengan melanjutkan hidup. Ya, tidak ada yang bisa Anda lakukan selain melangkah ke depan.

2. Jangan Anggap Diri Anda Gagal
Hanya karena sesuatu tidak berjalan dengan semestinya, dalam hal ini mendapat kekasih baru, bukan berarti Anda telah gagal. Jangan menyalahkan diri sendiri atau menganggap Anda kurang pantas untuknya. Penolakan cinta bukan selalu karena apa yang Anda katakan atau lakukan salah, tapi mungkin memang pria tersebut kurang tepat untuk Anda.

3. Bicarakan dengan Sahabat
Obat paling mujarab untuk meredakan rasa kecewa akibat penolakan adalah 'bersandar' pada sahabat-sahabat Anda. Saat ada pria yang menolak Anda secara halus maupun tegas, Anda tidak harus sendirian untuk melaluinya. Hubungi teman Anda dan ceritakan apa yang Anda rasakan. Sahabat atau teman yang baik pasti akan memberi dukungan moral yang membuat Anda cepat merasa lebih baik.
sumber http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=137851
Selengkapnya...

Gagak Wariskan 'Dendam' pada Keturunannya



Sebuah penelitian yang dilakukan selama 5 tahun terhadap gagak-gagak yang tinggal di kawasan Seattle, Washington, Amerika Serikat menunjukkan bahwa burung gagak bisa mengingat mana ‘manusia yang berbahaya’ bagi keselamatannya.
Hebatnya, burung ini bisa memberitahukan informasi ini pada anak-anaknya serta gagak-gagak lain.

Menurut John Marzluff, profesor dari University of Washington, kemampuan ini telah membantu spesies itu beradaptasi dengan sukses serta berkembang biak bersama dengan manusia.

“Perilaku setiap individu manusia terhadap hewan sangat berbeda dan berubah-ubah,” kata Marzluff, seperti dikutip dari ABC, 30 Juni 2011. “Berhubung manusia sering hadirkan ancaman bagi hewan, kemampuan mempelajari perilaku sosial ini sangat berguna bagi hewan,” ucapnya.

Pada percobaan, peneliti menggunakan topeng lalu menjebak, mengikat kemudian melepas 7 sampai 15 ekor burung di 5 kawasan yang berbeda di Seattle. Untuk mengetahui dampak penangkapan tersebut, selama 5 tahun kemudian, dilakukan penelitian terhadap perilaku burung itu terhadap orang-orang yang melintas di kawasan lokasi penangkapan.

Peneliti menggunakan topeng ‘penjahat’ atau topeng yang mereka pakai saat menjebak para burung. Setelah itu mereka membandingkannya dengan menggunakan topeng lain yang tidak ada kaitannya dengan penangkapan terhadap para tersebut.

Dalam 2 minggu setelah penangkapan, rata-rata 26 persen gagak ‘memarahi’ orang yang menggunakan topeng penjahat. Mereka mengganggu orang itu dengan mengepakkan sayap dan mengibaskan ekornya. Kadang, tindakan gagak yang pernah disakiti itu dibantu oleh gagak-gagak lain yang bergabung dan mengerumuni ‘penjahat’ tersebut.

Setelah lebih dari setahun, lebih dari 30 persen menyerang orang yang memakai topeng penjahat. Angkanya malah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni mencapai 66 persen setelah tiga tahun dari waktu penjebakan terhadap gagak.

Marzluff menyebutkan, kawasan di mana gagak menyerang manusia yang menggunakan topeng ‘penjahat’ juga semakin meluas. Namun demikian, tidak ada perubahan pada perilaku gagak terhadap manusia yang menggunakan topeng ‘baik-baik’.
SUMBER http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=137824
Selengkapnya...

28/06/11

Mandau (senjata tradisional kalimantan)



Kalimantan adalah salah satu dari 5 pulau besar yang ada di Indonesia. Sebenarnya pulau ini tidak hanya merupakan “daerah asal” orang Dayak semata karena di sana ada orang Banjar, Kutai, Berau, Tidung dan orang Melayu. Di kalangan orang Dayak sendiri satu dengan lainnya menumbuh-kembangkan kebudayaan tersendiri. Dengan perkataan lain, kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan oleh Dayak-Ibantidak sama persis dengan kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan Dayak-Punan dan seterusnya. Namun demikian, satu dengan lainnya mengenal atau memiliki senjata khas Dayak yang disebut sebagai mandau. Dalam kehidupan sehari-hari senjata ini tidak lepas dari pemiliknya. Artinya, ke mana pun ia pergi mandau selalu dibawanya karena mandau juga berfungsi sebagai simbol seseorang (kehormatan dan jati diri). Sebagai catatan, dahulu mandau dianggap memiliki unsur magis dan hanya digunakan dalam acara ritual tertentu seperti: perang, pengayauan, perlengkapan tarian adat, dan perlengkapan upacara.
Mandau dipercayai memiliki tingkat-tingkat keampuhan atau kesaktian. Kekuatan saktinya itu tidak hanya diperoleh dari proses pembuatannya yang melalui ritual-ritual tertentu, tetapi juga dalam tradisi pengayauan (pemenggalan kepala lawan). Ketika itu (sebelum abad ke-20) semakin banyak orang yang berhasil di-kayau, maka mandau yang digunakannya semakin sakti. Biasanya sebagian rambutnya digunakan untuk menghias gagangnya. Mereka percaya bahwa orang yang mati karena di-kayau, maka rohnya akan mendiami mandau sehingga mandau tersebut menjadi sakti. Namun, saat ini fungsi mandau sudah berubah, yaitu sebagai benda seni dan budaya, cinderamata, barang koleksi serta senjata untuk berburu, memangkas semak belukar dan bertani.
Mandau adalah senjata tajam sejenis parang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan. Berbeda dengan parang, mandau memiliki ukiran-ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau.
Bahan baku mandau adalah besi (sanaman) mantikei yang terdapat di hulu Sungai Matikei, Desa Tumbang Atei, Kecamatan Sanaman Matikai, Samba, Kotawaringin Timur. Besi ini bersifat lentur sehingga mudah dibengkokan.
Struktur Mandau
1. Bilah mandau

Bilah mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa hingga berbentuk pipih-panjang seperti parang dan berujung runcing (menyerupai paruh yang bagian atasnya berlekuk datar). Salah satu sisi mata bilahnya diasah tajam, sedangkan sisi lainnya dibiarkan sedikit tebal dan tumpul. Ada beberapa jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat mandau, yaitu: besi montallat, besi matikei, dan besi baja yang diambil dari per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan, dan lain sebagainya. Konon, mandau yang paling baik mutunya adalah yang dibuat dari batu gunung yang dilebur khusus sehingga besinya sangat kuat dan tajam serta hiasannya diberi sentuhan emas, perak, atau tembaga. Mandau jenis ini hanya dibuat oleh orang-orang tertentu.
Pembuatan bilah mandau diawali dengan membuat bara api di dalam sebuah tungku untuk memuaikan besi. Kayu yang digunakan untuk membuat bara api adalah kayu ulin. Jenis kayu ini dipilih karena dapat menghasilkan panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. Setelah kayu menjadi bara, maka besi yang akan dijadikan bilah mandau ditaruh di atasnya agar memuai. Kemudian, ditempa dengan menggunakan palu. Penempaan dilakukan secara berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk bilah mandau yang diinginkan. Setelah bilah terbentuk, tahap selanjutnya adalah membuat hiasan berupa lekukan dan gerigi pada mata mandau serta lubang-lubang pada bilah mandau. Konon, pada zaman dahulu banyaknya lubang pada sebuah mandau mewakili banyaknya korban yang pernah kena tebas mandau tersebut. Cara membuat hiasan sama dengan cara membuat bilah mandau, yaitu memuaikan dan menempanya dengan palu berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk yang diinginkan. Setelah itu, barulah bilah mandau dihaluskan dengan menggunakan gerinda.
2. Gagang (Hulu Mandau)

Gagang (hulu mandau) terbuat dari tanduk rusa yang diukir menyerupai kepala burung. Seluruh permukaan gagangnya diukir dengan berbagai motif seperti: kepala naga, paruh burung, pilin, dan kait. Pada ujung gagang ada pula yang diberi hiasan berupa bulu binatang atau rambut manusia. Bentuk dan ukiran pada gagang mandau ini dapat membedakan tempat asal mandau dibuat, suku, serta status sosial pemiliknya.
3. Sarung Mandau
Sarung mandau (kumpang) biasanya terbuat dari lempengan kayu tipis. Bagian atas dilapisi tulang berbentuk gelang. Bagian tengah dan bawah dililit dengan anyaman rotan sebagai penguat apitan. Sebagai hiasan, biasanya ditempatkan bulu burung baliang, burung tanyaku, manik-manik dan terkadang juga diselipkan jimat. Selain itu, mandau juga dilengkapi dengan sebilah pisau kecil bersarung kulit yang diikat menempel pada sisi sarung dan tali pinggang dari anyaman rotan.
Nilai Budaya

Pembuatan mandau, jika dicermati secara saksama, di dalamnya mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai itu antara lain: keindahan (seni), ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Nilai keindahan tercermin dari bentuk-bentuk mandau yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan. Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah mandau yang indah dan sarat makna.
sumber http://forum.vivanews.com/
Selengkapnya...

Asal-Usul Senjata Api



Ketika peradaban manusia belum mengenal senjata api, senjata tradisional dipakai dengan dilontarkan tangan atau alat sederhana, misalnya busur atau ketapel. Setelah ditemukan bubuk mesiu untuk amunisi, alat peledak, dan kembang api, senjata api pun mulai berkembang.Dalam senjata api, bubuk mesiu yang mudah terbakar itu cepat membentuk gas tekanan tinggi di dalam laras sehingga meningkatkan kecepatan peluru.
Dulu banyak senjata api memakai bubuk mesiu hitam, yang terdiri atas 75% sendawa, 15% arang, dan 10% belerang. Ada juga bubuk mesiu tanpa belerang, cuma berisi 70% sendawa dan 30% arang, yang tak sekuat bubuk hitam. Untuk kembang api dan peledak lain, kadang sendawa diganti sodium nitrat yang lebih murah.
Sayangnya, bubuk hitam itu mengikis laras, banyak abunya, dan sangat berasap. Masalah tersebut diatasi dengan mengembangkan bubuk mesiu tanpa asap. Jenisnya dibedakan dari bahan utamanya, ada yang dari nitroselulosa, garam nitrat, atau juga bubuk koloida, yaitu nitroselulosa yang dilarutkan dalam nitrogliserin. Tahun 1887, ahli kimia Swedia, Alfred Nobel, menghasilkan bubuk koloida pertama. Kini, mesiu jenis ini lebih dipilih untuk amunisi.
Masyarakat Cina mungkin yang pertama mengenal bahan peledak misalnya sendawa dan belerang. Dari Asia, mesiu menyebar ke Barat dan akhirnya ke Eropa pada tahun 1200-an. Di Barat komposisi mesiu didaftarkan patennya tahun 1242 oleh Roger Bacon (1214 - 1292).
Bubuk mesiu punya kontribusi dalam perubahan sistem sosial di Eropa tahun 1300 - 1400-an. Sistem feodalisme runtuh, karena benteng batu yang melindungi wilayah raja dan bangsawan tidak kuat menahan terjangan peluru bola meriam.
Meriam merupakan senjata pertama yang memakai bubuk mesiu. Ada bukti, senjata api paling awal dipakai tahun 1247 dalam pertempuran di Seville. Catatan tertua pemakaian bubuk mesiu mengacu pada meriam dari tahun 1313, diduga buatan warga Jerman Berthold Schwarz. Senjata yang dibuat di Ghent (kini wilayah Belgia) itu, salah satunya dikirim ke Inggris tahun 1314 yang kemudian disebut pots de fer atau tempayan besi.
Meriam generasi pertama bentuknya sederhana, besar dan sangat berat, sehingga untuk mengangkutnya perlu beberapa orang. Cara menembaknya dengan menyulutkan api kecil atau korek di lubang penyulut yang segera meluncurkan batu atau tombak besi. Karena disulut korek, sistem itu disebut matchlock. Kekurangannya, sulit menjaga api tetap menyala. Sistem berikut adalah wheellock yang ditemukan tahun 1510 di Nuremberg, Jerman. Roda logam akan menimbulkan api saat ia berputar dan menggesek sepotong pirit (FeS2). Percikan apinya menyalakan bubuk mesiu.
Selanjutnya, flintlock atau pemakaian batu api dikembangkan di Prancis tahun 1630 - 1640. Flintlock dipakai sebagai sistem standar senjata militer selama lebih dari 200 tahun. Tahun 1807 Alexander Forsyth, penemu berkebangsaan Skotlandia, memperkenalkan sistem perkusi, yang memungkinkan pistol diisi dari bagian moncong. Sejumlah perkembangan itu juga terjadi pada senapan. Sedangkan pistol pertama mengadaptasi sistem wheellock.
Kata "pistol" berasal dari nama kota Pistoia, Italia, tempat pembuatan pistol di abad XV. Pistol praktis Colt Paterson dipatenkan di Inggris tahun 1835 oleh Samuel Colt, ilmuwan penemu dari AS. Tahun 1857, penemu dari AS lainnya, Horace Smith dan Daniel Wesson, membuat pistol revolver dengan peluru tabur. Borchardt, pistol semiotomatis yang bisa mengisi sendiri, lahir tahun 1895. Ia bisa diisi 8 peluru tabur. Tahun 1897 John M. Browning, juga dari AS, mematenkan pistol otomatis yang menjadi dasar pistol otomatis berikutnya.
Ketika teknologi elektronik maju pesat, teknologi ini pun diadopsi untuk pistol. Baru-baru ini Mike O'Dwyer dari Australia berhasil membuat pistol otomatis elektronik yang bisa meletuskan 3 hujan tembakan hanya dalam 1/5.000 detik! Agar tak disalahgunakan sembarang orang, dibuatlah sistem kunci elektronik 64 digit. Untuk mengaktifkannya si pengguna harus memakai cincin khusus yang menyimpan tranponder mini.
sumber http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=136499
Selengkapnya...

Tips Agar Kentut Anda Tidak Bau



Buang angin merupakan aktivitas sangat umum, dan menyehatkan. Walau begitu, Anda bisa merasa malu bila sampai kepergok buang angin di tengah banyak orang, apalagi mengeluarkan suara dan bau tak sedap. Buang angin merupakan kegiatan yang wajar terjadi karena konsumsi makanan yang menimbulkan pembentukan gas berlebihan di dalam tubuh.Sedangkan aroma tak sedap yang keluar saat seseorang buang angin, bisa disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya karena sisa makanan terlalu lama tersimpan di usus besar, yang pada gilirannya menghasilkan gas berbau busuk.
Tapi jangan khawatir, masih ada cara jitu untuk mengatasi bau tak sedap saat buang angin, dikutip dari Times Of India.

Batasi konsumsi makanan yang tinggi kadar lemak. Makanan tinggi lemak menghasilkan sejumlah besar karbondioksida dan beberapa di antaranya akan dikeluarkan tubuh dalam bentuk gas.

Kelebihan karbohidrat dalam diet seseorang dapat menyebabkan masalah gas.

Mengurangi jumlah udara yang Anda telan. Hindari berbicara dan tertawa sambil makan, karena perilaku seperti ini mengakibatkan menelan udara berlebihan. Makan dan minum perlahan dan mengunyah makanan Anda dengan baik.

Mengunyah permen karet dan merokok menyebabkan udara yang Anda hirup juga menjadi berlebihan. Akumulasi udara ini menyebabkan kembung, membuat perut tertekan, dan menimbulkan gas.

Hindari konsumsi makanan pedas karena mereka bisa meningkatkan debit asam lambung yang dapat menimbulkan iritasi.

Kelebihan konsumsi minuman yang bersifat asam juga perlu dihindari, seperti teh, kopi, minuman bersoda, dan alkohol. Ini cenderung menyebabkan iritasi pada saluran gastro-intestinal. Juga, kurangi kebiasaan minum dengan menggunakan sedotan. Cara ini bisa menyebabkan udara lebih banyak masuk ke dalam saluran pencernaan.

Kurangi makanan yang menimbulkan gas, seperti kacang-kacangan, kembang kol, kubis, brokoli, kacang, dan pisang.

Jangan makan tiga kali makan besar di siang hari. Sebaliknya makan lima makanan kecil.

Setelah makan ada baiknya Anda berjalan-jalan atau melakukan aktivitas seperti menaiki tangga agar kalori terbakar dan tidak menumpuk dalam perut. Aktivitas fisik membantu pencernaan bekerja lebih baik.
sumber:
Selengkapnya...

Powered By Blogger